Detail Katalog

ID: 52244
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

168 Jam dalam Sandera : Memoar Jurnalis Indonesia yang Disandera di Irak / Penyunting : Hermawan Aksan

Edisi: Cet. 2
Pengarang
Meutya Hafid ; Mauluddin Anwar ; Siregar, A. Latief ; Ninok Laksono
Penerbit
Hikmah,
Tempat Terbit
Jakarta :
Tahun Terbit
2007
Bahasa
ind
Detail Teknis
Deskripsi Fisik
xviii, 280 hlm. ; 19,5 cm
ISBN
9789791141215
Nomor Panggil
070.92 MEU s
Control Number
INLIS000000000013095
BIB ID
0010-012000000013095
Catatan
168 jam lamanya Meutya dan Budi berada dalam sandera. Di dalam sebuah gua kecil di tengah gurun Ramadi. Tidur beralaskan batuan dan dibuai oleh suara bom dan tembakan. Di sana mereka belajar tentang kepasrahan total kepada Yang Kuasa, karena telah begitu dekatnya dengan kata 'mati'. Di sana mereka diingatkan, bahwa jika Tuhan menghendaki, segalanya bisa terjadi. Dan, disana pula mereka berdua disadarkan, betapa nyawa sangat berharga, dibandingkan berita paling eksklusif sekalipun.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
26538 070.92 MEU s Dapat dipinjam Ruang Baca Umum Perpustakaan Kota Tersedia
26539 070.92 MEU s Dapat dipinjam Ruang Baca Umum Perpustakaan Kota Tersedia
26540 Baca di tempat Perpustakaan Kp. Tua Bakau Serip Tersedia
Format MARC21 - Total 26 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000013095 1
005 _ _ 20260204025534 2
035 # # $a 0010-012000000013095 3
245 1 # $a 168 Jam dalam Sandera : $b Memoar Jurnalis Indonesia yang Disandera di Irak /$c Penyunting : Hermawan Aksan 4
100 _ # $a Meutya Hafid 5
260 # # $a Jakarta :$b Hikmah,$c 2007 6
300 # # $a xviii, 280 hlm. ; $c 19,5 cm 7
020 # # $a 9789791141215 8
082 # # $a 070.92 9
520 # # $a 168 jam lamanya Meutya dan Budi berada dalam sandera. Di dalam sebuah gua kecil di tengah gurun Ramadi. Tidur beralaskan batuan dan dibuai oleh suara bom dan tembakan. Di sana mereka belajar tentang kepasrahan total kepada Yang Kuasa, karena telah begitu dekatnya dengan kata 'mati'. Di sana mereka diingatkan, bahwa jika Tuhan menghendaki, segalanya bisa terjadi. Dan, disana pula mereka berdua disadarkan, betapa nyawa sangat berharga, dibandingkan berita paling eksklusif sekalipun. 10
250 # # $a Cet. 2 11
008 _ _ 260204################g##########0#ind## 12
700 _ # $a Mauluddin Anwar 13
700 _ # $a Siregar, A. Latief 14
700 _ # $a Ninok Laksono 15
084 # # $a 070.92 MEU s 16
856 # # $a 000 17
990 # # $a 26538 18
990 # # $a 26539 19
990 # # $a 26540 20
990 # # $a 26539 21
990 # # $a 26538 22
990 # # $a 26540 23
990 # # $a 26538 24
990 # # $a 26539 25
990 # # $a 26540 26
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog
Ditambahkan:
16 Jan 2020
Disetujui OPAC:
16 Jan 2020
Export