Detail Katalog

ID: 56592
Cover Rambu Rambu :  Yang Diabaikan / Editor: Simon Saragih

Rambu Rambu : Yang Diabaikan / Editor: Simon Saragih

Edisi: Cet. 1
Pengarang
A Tony Prasetiantono,
Penerbit
Buku Kompas,
Tempat Terbit
Jakarta :
Tahun Terbit
2005
Bahasa
ind
Subjek
Ekonomi -- Keuangan
Detail Teknis
Deskripsi Fisik
xvi; 470 hlm : ilus ; 21 cm
ISBN
979-709-212-7
Nomor Panggil
332 TON r
Control Number
INLIS000000000017441
BIB ID
0010-1120000014
Catatan
Krisis Ekonomi yang mendera Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 berkembang menjadi krisis multidimensi yang meluluhlantakkan bank-bank, perusahan, hingga mungkin bngkrutny negara. Artikel ini memperlihatkan bahaya ekonomi lewat posisi rupiah yang selalu bergejolak dari tahun ke tahun. Tujuannya bukan menakut-nakuti keadaan tetapi membuat kita untuk benar-benar berubah. ; Indeks: 9 hlm, Daftar Pustaka: 3 hlm ; Topik yang dibahas: sinyal bahaya prakrisis, rapuhnya kredibilitas ddan struktur perekonomian prakrisis, awal krisis, peringatan lanjutan pasca puncak krisis, kontroversi berlanjut dan melesetnya target ekonomi, skandal perbankan memperburuk kredibilitas dan pemulihan, kesalahan tuan IMF dan akhir sebuah kontrak, topik terabaikan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00000044190 332 TON r Dapat dipinjam Ruang Baca Umum Perpustakaan Kota Tersedia
00000046848 332 PRA r Dapat dipinjam Ruang Baca Umum Perpustakaan Kota Tersedia
00000029830 332 TON r Dapat dipinjam Ruang Baca Umum Perpustakaan Kota Tersedia
2366 332 TON r Dapat dipinjam Ruang Baca Umum Perpustakaan Kota Tersedia
12797 332 TON r Dapat dipinjam Ruang Baca Umum Perpustakaan Kota Tersedia
26466 332 TON r Dapat dipinjam Ruang Baca Umum Perpustakaan Kota Tersedia
26467 332 TON r Dapat dipinjam Ruang Baca Umum Perpustakaan Kota Tersedia
Format MARC21 - Total 40 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000017441 1
005 _ _ 20260202101628 2
035 # # $a 0010-1120000014 3
007 _ _ ta 4
008 _ _ 260202################g##########0#ind## 5
020 # # $a 979-709-212-7 6
082 # # $a 332 7
084 # # $a 332 TON r 8
100 _ # $a A Tony Prasetiantono, 9
245 1 # $a Rambu Rambu : $b Yang Diabaikan /$c Editor: Simon Saragih 10
260 # # $a Jakarta :$b Buku Kompas,$c 2005 11
300 # # $a xvi; 470 hlm : $b ilus ; $c 21 cm 12
650 # 4 $a Ekonomi 13
650 # 4 $a Keuangan 14
520 # # $a Krisis Ekonomi yang mendera Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 berkembang menjadi krisis multidimensi yang meluluhlantakkan bank-bank, perusahan, hingga mungkin bngkrutny negara. Artikel ini memperlihatkan bahaya ekonomi lewat posisi rupiah yang selalu bergejolak dari tahun ke tahun. Tujuannya bukan menakut-nakuti keadaan tetapi membuat kita untuk benar-benar berubah. 15
520 # # $a Indeks: 9 hlm, Daftar Pustaka: 3 hlm 16
856 # # $a 332 17
505 # # $a Topik yang dibahas: sinyal bahaya prakrisis, rapuhnya kredibilitas ddan struktur perekonomian prakrisis, awal krisis, peringatan lanjutan pasca puncak krisis, kontroversi berlanjut dan melesetnya target ekonomi, skandal perbankan memperburuk kredibilitas dan pemulihan, kesalahan tuan IMF dan akhir sebuah kontrak, topik terabaikan. 18
250 # # $a Cet. 1 19
990 # # $a 00000029774 20
990 # # $a 00000044190 21
990 # # $a 00000046848 22
990 # # $a 00000044190 23
990 # # $a 00000029774 24
990 # # $a 00000046848 25
990 # # $a 00000029830 26
990 # # $a 00000029830 27
990 # # $a 00000044190 28
990 # # $a 00000046848 29
990 # # $a 2366 30
990 # # $a 12797 31
990 # # $a 26466 32
990 # # $a 26467 33
990 # # $a 00000029830 34
990 # # $a 00000044190 35
990 # # $a 00000046848 36
990 # # $a 2366 37
990 # # $a 12797 38
990 # # $a 26466 39
990 # # $a 26467 40
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog
Ditambahkan:
13 Nov 2020
Export