=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000016283 =990 ##$$a 00000031260 =005 20231026095536 =990 ##$$a 00000027750 =035 ##$$a 0010-0420000003 =990 ##$$a 00000031261 =007 ta =990 ##$$a 00000034601 =008 231026################g##########0#ind## =990 ##$$a 00000034602 =020 ##$$a 979-561-469-x =990 ##$$a 00000034603 =990 ##$$a 00000037934 =082 ##$$a 297.27 =084 ##$$a 297.27 ABD k =100 #$$a Abdul Halim Abu Syuqqah =245 1#$$a Kebebasan Wanita =260 ##$$a Jakarta :$b Gema Insani Press =300 ##$$a -, 460 halaman ; $c 14 cm x 21 cm =650 #4$$a Islam =520 ##$$a Ditengah perkembangan peradaban manusia muncul fenomena kebebasan wanita serta kiprahnya dalam kehidupan sosial dan politik. Sebenarnya, fenomena seperti itu bukan "barang" baru dalam Islam karena pada zaman kerasulan Muhammad saw. pun muncul tokoh Aisyah r.a. yang aktif memantau keadaan umat, Hafshah yang sangat prihatin atas krisis yang melanda kekhalifahan Islam, dan tokoh-tokoh wanita lainnya yang senantiasa berinteraksi dengan masyarakat, baik sebelum maupun sesudah hijab diwajibkan. Namun, terdapat hal mendasar yang membedakan fenomena pada kedua zaman tersebut. Pada zaman kerasulan, kiprah wanita dalam dunia sosial dan politik diawali dengan motivasi karena Allah dan diatur oleh etika sehingga yang diperjuangkan adalah pengembatian wanita pada peran dan fitrahnya. Sedangkan, pada zaman sekarang yang muncul adalah propaganda emansipasi yang menggiring wanita pada pengingkaran terhadap fitrah. Akibatnya, kancah sosial dan politik menjadi wahana persaingan wanita dan laki-laki. Sebagai pengejawantahan atas pribadi luhur tokoh-tokoh wanita pada zaman kerasulan. =856 ##$$a 200 =250 ##$$a Jilid 4 =990 ##$$a 00000027750 =990 ##$$a 00000031260 =990 ##$$a 00000031261 =990 ##$$a 00000034601 =990 ##$$a 00000034602 =990 ##$$a 00000034603 =990 ##$$a 00000037934