=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000018038 =990 ##$$a 00000030743 =005 20210302025209 =990 ##$$a 00000030742 =990 ##$$a 00000030744 =035 ##$$a 0010-0321000055 =007 ta =008 210302################g##########0#ind## =020 ##$$a 978-979-18053-0-9 =082 ##$$a 297.122404 =084 ##$$a 297.122404 WAW s =100 #$$a Wawan Djunaedi =245 1#$$a Sejarah Qira'at Al-Qur'an di Nusantara /$c Wawan Djunaedi =260 ##$$a Jakarta :$b Pustaka STAINU,$c 2008 =300 ##$$a xxiv, 276 halaman : $b Ilustrasi ; $c 16 cm x 24 cm =650 #4$$a Islam =520 ##$$a Mayoritas muslim Indonesia tidak menyadari bahwa gaya bacaan Al-Quran yang kita lantunkan hanyalah salah satu gaya dari qiraat sab’ah. Bahkan, sering kali kita tidak mengetahui gaya bacaan siapa yang sebenarnya kita ikuti. Di belahan dunia muslim termasuk Indonesia saat ini yang paling banyak dilantunkan adalah qiraat Ashim riwayat Hafs. Berbeda dengan Maroko dan Aljazair yang mempertahankan qiraat Nafi’ riwayat Warsy. Sebelum membahas mengapa mayoritas umat muslim dunia dan Indonesia menggunakan qiraat Ashim riwayat Hafs, terlebih dahulu kita ketahui apa saja qiraat sab’ah itu. =856 ##$$a 200