=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000018127 =005 20210310033039 =035 ##$$a 0010-0321000144 =007 ta =008 210310################g##########0#ind## =020 ##$$a 979-22-1044-X =082 ##$$a 297.577 =084 ##$$a 297.577 IST m =100 #$$a Istiadah =245 1#$$a Membangun Bahtera Keluarga yang Kokoh : $b Dengan Berbagai Peran Secara Adil Seperti yang Dicontohkan Rasulullah /$c Dra. Istiadah, MA =260 ##$$a Jakarta :$b Gramedia,$c 2005 =300 ##$$a x, 98 halaman : $b Ilustrasi ; $c 11 cm x 18 cm =650 #4$$a Islam =520 ##$$a Di tengah arus zaman yang begitu liar dan tuntutan kebebasan individu yang semakin besar, kehidupan rumah tangga semakin rapuh dan terancam keutuhannya. Hampir setiap hari kita mendengar adanya kasus-kasus perceraian atau kekerasan dalam rumah tangga. Akar pemicunya bisa bermacam-macam, tapi yang paling sering diliat sebagai akar pemasalahan adalah ditempatkannya kaum perempuan sebagai manusia kelas dua.Perempuan dianggap bukan makhluk penting, melainkan sekedar pelengkap yang diciptakan diri dan untuk kepentingan kaum laki-laki. Akibatnya, perempuan hanya boleh bergerak dalam ranah domestik dan laki-laki di ranah publik.Berangkat dari keprihatinan itu, istilah mencoba menelusur jauh ke belakang -- melihat kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW sendiri. Dan ternyata, kehidupan rumah tangga Rasulullah memperlihatkan sesuatu yang berbeda dengan kecenderungan kita. =856 ##$$a 200