=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000018493 =005 20210505085401 =035 ##$$a 0010-0521000024 =007 ta =008 210505################g##########0#ind## =020 ##$$a 978-979-055-610-2 =082 ##$$a 338.04 =084 ##$$a 338.04 IND d =100 #$$a Indah Rozalina =245 1#$$a Dengkul, Modal Tak Ternilai /$c Indah Rozalina =260 ##$$a Jakarta :$b Progressio,$c 2016 =300 ##$$a viii, 200 halaman : $b Ilustrasi ; $c 21 cm x 29,7 cm =650 #4$$a Wirausaha - Ekonomi =520 ##$$a Impian sukses, lalu kaya, berada pada kepala kita semua. Persoalannya, tak banyak dari kita yang mampu mengeksekusi impiannya. Lalu kendala-kendalaada sebagai masalah ketidak mungkinan eksekusinya.Sedangkan, aslinya, kendala-kendala itu ya dia sendirilah yang menciptakannya. Salah satunya ialah kendala modal. Tiadanya modal disebutkan sebagai kendala terbesarnya. Tak ada modal digelegarkan sebagai penyebab kegagalannya. Padahal, ia belum mulai juga, belum berbisnis, belum ke mana-mana. Ia bangkrut sebelum mulai. Manfaatkan dengkul, dong. Jika dengkul sendiri tak cukup, pakai dengkul orang. Ada banyak sekali dengkul, jika sekitar kita yang bisa kita pakai untuk berbisnis tanpa biaya. Asalkan kita memang telah punya "kesiapan rohani" untuk membuka, meraih, dan memanfaatkan dengkul-dengkul orang itu. Asalkan kita memang telah siap untuk sukses, lalu kaya. Jadi, yang paling utama, bukanlah tentang ketersediaan modal, melainkan kesiapan rohani saja. =856 ##$$a 300