=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000019421 =990 ##$$a 00000033591 =990 ##$$a 00000033591 =005 20220103011737 =990 ##$$a 00000033590 =990 ##$$a 00000033590 =035 ##$$a 0010-0122000010 =007 ta =008 220103################g##########0#ind## =020 ##$$a 978-979-15181-7-8 =082 ##$$a 635.6 =084 ##$$a 635.6 PAD p =100 #$$a Padmiarso M. Wijoyo =245 1#$$a Panduan Praktis Budi Daya Melon /$c Ir. Padmiarso M. Wijoyo =260 ##$$a Jakarta :$b Bee Media Indonesia,$c 2011 =300 ##$$a viii, 68 halaman : $b Ilustrasi ; $c 14 cm x 21 cm =650 #4$$a Pertanian =520 ##$$a Melon (Cucumis melo) termasuk dalam suku timun-timunan. Masih satu kerabat dengan semangka, blewah dan timun suri. Seperti halnya suku timun-timunan lain, melon tumbuh merambat tetapi tidak bisa memanjat. Bila tidak ditopang, tanaman ini akan tumbuh menjalar di atas permukaan tanah. Tempat ideal untuk budidaya melon berada pada kisaran ketinggian 250-700 meter dpl. Bila ketinggian kurang dari 250 meter, tanaman melon cenderung menghasilkan buah yang kecil. Sedangkan di dataran tinggi dengan suhu dibawah 18oC, tanaman ini sulit untuk berkembang. Tanaman melon menghendaki tingkat kelembaban udara 50-70%. Suhu rata-rata yang cocok untuk budidaya melon berkisar 25-30oC dengan curah hujan 1500-2500 mm/tahun. Kualitas buah melon akan semakin baik apabila terdapat perbedaan suhu siang dan malam cukup signifikan. =856 ##$$a 600