=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000022146 =990 ##$$a 00000041999 =005 20230103091801 =035 ##$$a 0010-1222000041 =007 ta =008 230103################g##########f#ind## =020 ##$$a 978-623-6301-48-7 =082 ##$$a 813 =084 ##$$a 813 TRA s =100 #$$a Travelia New =245 1#$$a Selaksa Cinta Ayah : $b Lamat-Lamat Kuingat, Deras Hangat Cintamu Menyelusup Setiap Kali Jantungku Berdetak =250 ##$$a Cetakan I =260 ##$$a Batam :$b Kalana,$c 2021 =300 ##$$a viii; 262 hlm : $b Ilus ; $c 20 cm =650 #4$$a Novel =856 ##$$a 800 =520 ##$$a Warga dusun dihimbau memasuki bus, begitu pun remaja lelaki itu dan Amak. Mereka berdua memilih duduk di lajur kiri bangku paling depan. Risiko dihujani tatapan, mau tidak mau didapatkan karena keduanya harus berpapasan dengan setiap pasang mata yang melintasi pintu masuk. Seorang bocah kecil dalam gendongan abanya meronta ingin turun menghampiri dan menyalami Amak. "Amak Abah apa kabar?" Tanyanya dengan wajah polos tak berdosa. Sontak saja semua yang terduduk di dalam bus memandang Amak dan bocah itu dengan tatapan kaget dan penasaran. Remaja lelaki itu juga tidak kalah heran, keningnya mngerut memikirkan. "Sungguh maafkan atas kelancangan anakku ini, Mak" timpal aba bocah itu, dengan wajah gusar dan tatapan tidak enak hati. =990 ##$$a 00000041999