=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000022152 =990 ##$$a 00000042011 =005 20221229012331 =035 ##$$a 0010-1222000047 =007 ta =008 221229################g##########f#ind## =020 ##$$a 978-623-5321-58-5 =082 ##$$a 813 =084 ##$$a 813 GRE s =100 #$$a Green Terra =245 1#$$a Secarik Surat untuk Ayah : $b Tak Lekang Waktu, Sepucuk Rindu Kusuratkan Untukmu =250 ##$$a Cetakan I =260 ##$$a Batam :$b Kalana,$c 2021 =300 ##$$a vii; 233 hlm : $b Ilus ; $c 20 cm =650 #4$$a Novel =856 ##$$a 800 =520 ##$$a Ayah, tahukah? Aku juga ingin berbicara tanpa perasaan canggung. Selama ini. Entah kenapa, aku sama sekali tidak berani menyampaikan keinginan atau pendapat ku pada Ayah. Maafkan aku juga, Ayah, karena saat duduk di bangku SMA, aku sebal setiap kali Ayah menatap sinis teman lelaki ku yang datang ke rumah. Sampai-sampai aku dijadikan bahan candaan oleh teman-teman dan tidak ada yang berani bertamu lagi, padahal teman perempuan ku yang lain, ayahnya terlihat biasa saja. Malah cenderung ramah saat teman anaknya datang, meskipun dia lelaki. Ayah, aku minta maaf, aku juga kesal karena waktu bermain bersama teman hanya sampai pukul 5.30 sore. Lewat dari jam itu, Ayah dan Ibu akan menelepon rumah temanku. Aku malu. Aku sudah SMA. Kupikir aku sudah besar, jadi tidak perlu ditelepon dan dimintai pulang seperti itu.