<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000015833</controlfield>
    <controlfield tag="005">20200226020052</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0220000473</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">200226################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979-3417-10-2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">149</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">149 LIS e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Listiyono Santoso</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Epistemologi Kiri</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jogjakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Ar- Ruzz Media,</subfield>
      <subfield code="c">2012</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-,360 Halaman :</subfield>
      <subfield code="b">- ;</subfield>
      <subfield code="c">14 cm x 21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Wacana Filsafat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Mencari kebenaran adalah esensi filsafat. Sedangkan kebebasan menjadi ruh untuk berfilsafat. Karena itu, banyak filsuf yang hanya melayang-layang saja, meneliti berbagai hal yang mungkin dan tidak pasti, serta terus mencari dalam kebebasannnya. Karena itu, pada dasarnya filsafat tidak pernah sampai pada sintesis, namun hanya akan membentuk lingkaran pengetahuan yang berpusar pada tesis dan antitesis seiring dengan berdetaknya sejarah waktu.&#13;
Terminologi kiri, dalam ruang kesadaran pemikiran kita dewasa ini , dianggap sebagai terminologi anti kemapanan, bersifat revolusioner, reaksioner, dan kadang menyeramkan. Namun esensi yang menyeruak dalam relung-relung terminologi kiri telah menggugah kesadaran kita bahwa akan selalu ada counterpart yang akan menyeimbangkan hidup kita. Wacana nihilisme, dekonstruksi, otoritarianisme dan status quo. Dari pertarungan inilah sebenarnya sintesis kesempurnaan terejawantah.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">100</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
