<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000016157</controlfield>
    <controlfield tag="005">20200313023639</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0320000235</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">200313################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-979-29-6724-1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">635.26</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">635.26 HIE s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Hieronymus Budi Santoso</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Sukses Budi Daya Bawang Putih Di Pekarangan &amp; Perkebunan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Edisi Pertama</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Lily Publisher,</subfield>
      <subfield code="c">2017</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">x, 96 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">Ilustrasi ;</subfield>
      <subfield code="c">16 cm x 23 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pertanian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Tahun 2014, Indonesia mengimpor bawang putih sebanyak hampir 500 ribu ton atau senilai Rp. 4,38 trilyun. Derasnya guyuran impor bawang putih dengan harga lebih murah dan ukuran lebih besar menampilkan wajah muram bagi produksi bawang putih yang jatuh tiarap di negeri kita. Semula pada tahun 1996 produksi 145.836 ton dengan luas panen 20.551 ha, berikutnya pada tahun 2015 terus merosot, produksi 20.294 ton dan luas panen 2.563 ha.&#13;
So what?&#13;
Hal ini menunjukkan peluang agribisnis yang sebenarnya dapat dikejar. Gerak langkah program ekstensifikasi bawang putih masih sangat memungkinkan, karena bahkan ratusan ribu hektar tanah di Indonesia yang cocok ditanami bawang putih masih terbuka. Disamping program ektensifikasi, juga dilakukan gerakan intensifikasi dengan peningkatan produktivitas bawang putih. Mulai dari disediakan bibit umbi bawang putih lokal unggul, subsidi sarana produksi pertanian bawang putih, dan membuka peluang pasarnya.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="600" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Tumbuhan Umbi-Umbian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">600</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
