<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000017433</controlfield>
    <controlfield tag="005">20201103082739</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-1120000006</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">201103################g##########f#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979-461-570-6</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">813</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">813 HAR l</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Hario Kecik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Lesti :</subfield>
      <subfield code="b">Nyatakah Dia? /</subfield>
      <subfield code="c">Hario Kecik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Yayasan Obor  Indonesia,</subfield>
      <subfield code="c">2006</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">x, 496 halaman ;</subfield>
      <subfield code="c">13 cm x 19 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Karya Sastra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Novel ini sepertinya sebuah novel "Science Fiction, yang ditulis oleh seorang penulis Indonesia, dan mulai ditulis beberapa bulan jauh sebelum terjadinya"Tsunami Aceh", sehingga jika di dalam novel ini disinggung tentang gerakan tektonis yang maha besar yang terjadi pada zaman prasejarah di daerah Samudera Selatan yang berada di Selatan Pulau Jawa, yang sekarang dinamakan Blitar. Maka hal itu bukan merupakan inspirasi dari kejadian tsunami yang menyedihkan itu. Hario Kecik mendapatkan inspirasi pertamanya untuk menulis novel ini dari kenangannya di masa lampau, ketika awal tahun 1947, sewaktu ia sedang melaksanakan tugas rahasia dari Markas Besar Tentara Indonesia, yaitu mengadakan survey di daerah pantai Selatan, mulai dari Pacitan kearah timur sampai daerah pantai selatan Kabupaten Malang.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">800</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
