<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000017547</controlfield>
    <controlfield tag="005">20201201030143</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-1220000006</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">201201################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979-461-313-4</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">324</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">324 SYA k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Syamsuddin Haris</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Kecurangan dan Perlawanan Rakyat dalam Pemilu 1997 /</subfield>
      <subfield code="c">Syamsuddin Haris</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Yayasan Obor  Indonesia,</subfield>
      <subfield code="c">1999</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xviii, 220 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">Ilustrasi ;</subfield>
      <subfield code="c">14 cm x 21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Politik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Buku ini mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang menarik sehubungan dengan kecenderungan represi dan penggunaan paksaan oleh negara atas masyarakat menjelang Pemilu 1997, dan perlawanan masyarakat tingkat lokal dengan cara-cara mereka masing-masing. Pertama, adakah saling pengaruh antara berbagai peristiwa dan kasus lokal dengan kecenderungan mutakhir politik Orde Baru yang masih mempertahankan format pemilihan umum dan sistem politik yang berlaku? Kedua, bagaimanakah sesungguhnya masyarakat lokal mengapresiasi pemilihan umum dalam konteks dan realitas politik semacam itu? Dan ketiga, mengapa kerusuhan hanya muncul di beberapa daerah dan tidak terjadi di sejumlah daerah lain?</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">300</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
