<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000018403</controlfield>
    <controlfield tag="005">20210420032800</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0421000104</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">210420################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-979-96865-1-2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">301</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">301 TUR r</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Turner, Bryan S.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Runtuhnya Universalitas Sosiologi Barat :</subfield>
      <subfield code="b">Bongkar Wacana Atas : Islam Vis A vis Barat, Orientalisme, Postmodernisme, dan Globalisme /</subfield>
      <subfield code="c">Bryan S. Turner</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Ar-Ruzz Media,</subfield>
      <subfield code="c">2016</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-, 404 halaman ;</subfield>
      <subfield code="c">14 cm x 21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Para penulis agung berkata, "Fata sua habent lebelli", setiap buku memiliki sejarahnya sendiri. Adapun sejarah buku yang ada di tangan pembaca ini adalah sejarah keprihatinan atas keangkuhan sosiologi Barat dalam menilai "segala sesuatu" yang ada di dunia non-Barat. Keangkuhan itu bisa ditelisik setidaknya lewat kepicikan cara pandang akademik kaum Orientalis yang mengingkari signifikansi kebudayaan non Barat. Mereka menilai bahwa kebudayaan non-Barat adalah kebudayaan yang tidak terjamah oleh rasionalitas modernisasi.&#13;
Atas dasar itulah Bryan s. Turner mencoba melakukan suatu "pembongkaran wacana" terhadap apa saja yang selama ini pernah dilontarkan oleh dunia Barat, terkhusus lagi mengenai wacana Orientalisme (Islam vis a vis Barat), Postmodernisme, dan Globalisme: tiga masalah krusial yang kerap menyedot energi intelektual kita. Dengan menggunakan analisis kultural, Turner berupaya menjadi kaca benggala yang memantulkan realitas sesungguhnya; jika sesuatu itu A, ya dikatakan A, jika B yang dikatakan B, begitu seterusnya. Sebuah kejujuran intelektual yang jarang dimiliki oleh siapa pun.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="600" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Sosiologi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">300</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
