<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000018482</controlfield>
    <controlfield tag="005">20210504091026</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0521000013</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">210504################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-602-6827-08-1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">370.1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">370.1 MUK b</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Mukani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Berguru ke Sang Kiai :</subfield>
      <subfield code="b">Pemikiran Pendidikan KH. M. Hasyim Asy'ari /</subfield>
      <subfield code="c">Mukani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Kalimedia,</subfield>
      <subfield code="c">2016</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xvi, 272 halaman ;</subfield>
      <subfield code="c">14 cm x 21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pendidikan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Berguru Ke Sang Kiai; Pemikiran Pendidikan KH. M. Hasyim Asyari yang ditulis Mukani ini sebagai sebuah bentuk pengakuan terhadap kehebatan sosok Mbah Hasyim. Buku ini pada awalnya adalah hasil penelitian tesis di IAIN/UIN Sunan Ampel Surabaya. Karya ini menjadikan 23 tulisan Mbah Hasyim sebagai sumber primer. Baik dalam bentuk kitab ataupun risalah.&#13;
Sebagai sosok asli Jombang, nama Mbah Hasyim sudah ditulis dengan tinta emas dalam sejarah perjuangan Indonesia meraih kemerdekaan. Tidak hanya mampu mendirikan NU, juga mendirikan Pesantren Tebuireng. Kedua warisan ini sampai sekarang masih eksis dalam berkontribusi demi pembangunan Indonesia.&#13;
Tidak heran jika sudah puluhan buku ditulis untuk mengkaji sosok kakek Gus Dur ini. Termasuk juga puluhan penelitian. Baik skripsi, tesis ataupun disertasi. Itu semua membuat nama Mbah Hasyim semakin dikenal luas di masyarakat. Tidak hanya Indonesia, tapi juga dunia internasional.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">300</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
