<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000024110</controlfield>
    <controlfield tag="005">20240722095139</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0724000001</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">240722################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">307.76</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">307.76 SRI k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Sri Margana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Kota-Kota di Jawa :</subfield>
      <subfield code="b">Identitas, Gaya Hidup dan Permasalahan Sosial</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Ombak,</subfield>
      <subfield code="c">2010</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">x; 341 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">24 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Studi tentang sejarah perkotaan akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan studi ini tidak terlepas dari pengaruh perkembangan kontemporer tentang masalah sosial, ekonomi, politik dan budaya yang mulai bergeser ke wilayah perkotaan. Kota-kota di Indonesia mulai bergerak menuju sebuah identitas baru meninggalkan identitas yang lama. Perubahan ini hasil dari aplikasi modernisasi yang mulai bergulir sejak awal abad ke-20 dan perubahan pandangan masyarakatnya tentang modernitas itu sendiri. Kosmopolitanisme yang mengasosiasikan diri pada kepemilikan benda-benda simbol modernitas telah menjadi orientasi baru kehidupan masyarakat perkotaan. Pembangunan infrastruktur dan fisik kota pun disesuaikan untuk memenuhi selera kosmopolit yang baru ini. Gaya Tempo Doeloe mulai ditinggakankan karena dianggap kuno dan ketinggalan. Gejala-gejala perubahan ini terutama dirasakan di kota-kota tua seperti Solo dan Yogyakarta. Dalam buku ini para sejarawan muda merekonstruksi sejarah kota-kota di Jawa dengan berbagai kompleksitas permasalahannya dari sisi sosial, ekonomi, politik dan budaya.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">300</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="500" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Index : hlm 339-341</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Perkotaan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="505" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Buku ini membahas tentang identitas kota, gaya hidup perkotaan, permasalahan sosial perkotaan, urbanisasi pelabuhan dan tenaga kerja, serta dinamika politik dan ekonomi,</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-602-8335-28-7</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">M. Nursam</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
