Detail Katalog
ID: 48786Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
Petualangan Embacang
Pengarang
Azhari Zainuddin
Penerbit
Remaja Rosdakarya,
Tempat Terbit
Bandung :
Tahun Terbit
2002
Bahasa
ind
Subjek
Cerita Fiksi
Detail Teknis
Deskripsi Fisik
iv; 55 hlm : ilus ; 21 cm
ISBN
979-692-194-4
Nomor Panggil
398.2 AZH p
Control Number
INLIS000000000009637
BIB ID
0010-012000000009637
Catatan
Bertahun-tahun, sepasang suami-istri menantikan kehadiran seorang anak, tetapi Tuhan belum juga mengabulkannya. Hingga suatu hari sang istri mengandung, betapa gembiranya kedua suami-istri itu. Namun begitu sang bayi lahir dari rahim sang istri yang keluar bukan seorang anak manusia melainkan sebiji embacang.
Sang istri merasa terpukul dengan kejadian itu. Namun, ketika ia melihat embacang itu tergolek di sisinya, naluri keibuannya bangkit. Kini, ia adalah seorang ibu dan ia harus menerima keadaan bayinya. Dengan penuh kesabaran dan kasih sayang ia merawat si Embacang, demikian nama anak itu.
Hari demi hari terus berlalu. Si Embacang semakin bertambah besar, walau ia tidak pernah makan karena tidak mempunyai mulut. Si Embacang pun tidak mempunyai mata dan telinga, tetapi ia bisa berbicara, melihat dan mendengar. Itulah kebesaran Tuhan. Setelah si Embacang dewasa, ia meminta izin kepada orang tuanya untuk merantau. Namun, orang tuanya melarang si Embacang pergi. Mereka berpikir, bagaimana mungkin si Embacang bisa hidup sendiri si negeri orang sedang ia tidak bisa apa-apa.
Tekad si Embacang sudah bulat, ia tetap ngotot dan merengek kepada orangtuanya. Akhirnya, orangtuanya mengizinkan ia pergi. Bagaimana nasib si Embacang selanjutnya? Sampaikah ia ke tempat yang di tujunya? Apa yang akan dihadapinya di negeri orang? Dapatkah ia bertahan hidup? Ikuti petualangan si Embacang yang seru, lucu dan menegangkan ini.
Sang istri merasa terpukul dengan kejadian itu. Namun, ketika ia melihat embacang itu tergolek di sisinya, naluri keibuannya bangkit. Kini, ia adalah seorang ibu dan ia harus menerima keadaan bayinya. Dengan penuh kesabaran dan kasih sayang ia merawat si Embacang, demikian nama anak itu.
Hari demi hari terus berlalu. Si Embacang semakin bertambah besar, walau ia tidak pernah makan karena tidak mempunyai mulut. Si Embacang pun tidak mempunyai mata dan telinga, tetapi ia bisa berbicara, melihat dan mendengar. Itulah kebesaran Tuhan. Setelah si Embacang dewasa, ia meminta izin kepada orang tuanya untuk merantau. Namun, orang tuanya melarang si Embacang pergi. Mereka berpikir, bagaimana mungkin si Embacang bisa hidup sendiri si negeri orang sedang ia tidak bisa apa-apa.
Tekad si Embacang sudah bulat, ia tetap ngotot dan merengek kepada orangtuanya. Akhirnya, orangtuanya mengizinkan ia pergi. Bagaimana nasib si Embacang selanjutnya? Sampaikah ia ke tempat yang di tujunya? Apa yang akan dihadapinya di negeri orang? Dapatkah ia bertahan hidup? Ikuti petualangan si Embacang yang seru, lucu dan menegangkan ini.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
15318 |
|
Dapat dipinjam | Ruang Baca Umum Perpustakaan Kota | Tersedia |
00000041753 |
398.2 AZH p |
Dapat dipinjam | Ruang Baca Umum Perpustakaan Kota | Rusak |
Format MARC21 - Total 20 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000000009637 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20221201110545 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-012000000009637 | 3 |
| 008 | _ |
_ |
221201################j##########1#ind## | 4 |
| 245 | 1 |
# |
$a Petualangan Embacang | 5 |
| 100 | _ |
# |
$a Azhari Zainuddin | 6 |
| 260 | # |
# |
$a Bandung :$b Remaja Rosdakarya,$c 2002 | 7 |
| 300 | # |
# |
$a iv; 55 hlm : $b ilus ; $c 21 cm | 8 |
| 020 | # |
# |
$a 979-692-194-4 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 398.2 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 398.2 AZH p | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Cerita Fiksi | 12 |
| 856 | # |
# |
$a 300 | 13 |
| 520 | # |
# |
$a Bertahun-tahun, sepasang suami-istri menantikan kehadiran seorang anak, tetapi Tuhan belum juga mengabulkannya. Hingga suatu hari sang istri mengandung, betapa gembiranya kedua suami-istri itu. Namun begitu sang bayi lahir dari rahim sang istri yang keluar bukan seorang anak manusia melainkan sebiji embacang. Sang istri merasa terpukul dengan kejadian itu. Namun, ketika ia melihat embacang itu tergolek di sisinya, naluri keibuannya bangkit. Kini, ia adalah seorang ibu dan ia harus menerima keadaan bayinya. Dengan penuh kesabaran dan kasih sayang ia merawat si Embacang, demikian nama anak itu. Hari demi hari terus berlalu. Si Embacang semakin bertambah besar, walau ia tidak pernah makan karena tidak mempunyai mulut. Si Embacang pun tidak mempunyai mata dan telinga, tetapi ia bisa berbicara, melihat dan mendengar. Itulah kebesaran Tuhan. Setelah si Embacang dewasa, ia meminta izin kepada orang tuanya untuk merantau. Namun, orang tuanya melarang si Embacang pergi. Mereka berpikir, bagaimana mungkin si Embacang bisa hidup sendiri si negeri orang sedang ia tidak bisa apa-apa. Tekad si Embacang sudah bulat, ia tetap ngotot dan merengek kepada orangtuanya. Akhirnya, orangtuanya mengizinkan ia pergi. Bagaimana nasib si Embacang selanjutnya? Sampaikah ia ke tempat yang di tujunya? Apa yang akan dihadapinya di negeri orang? Dapatkah ia bertahan hidup? Ikuti petualangan si Embacang yang seru, lucu dan menegangkan ini. | 14 |
| 990 | # |
# |
$a 15318 | 15 |
| 990 | # |
# |
$a 00000041753 | 16 |
| 990 | # |
# |
$a 00000041753 | 17 |
| 990 | # |
# |
$a 15318 | 18 |
| 990 | # |
# |
$a 00000041753 | 19 |
| 990 | # |
# |
$a 15318 | 20 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Pencarian Terkait
Export